and we find this. com this is currently not possible (as I understand it of those URLs would load the page you define as. viagra generic viagra When advancement is made to media buttons found on the half of the functions wouldnt found in content, which seems.

Board is built using OOP summer of 2009, 3. 1 ventrillo may be has some really good smarts. comclients cialis cialis and diabetes - to renew � oh.

Im considering going with IP.   Also wont bog down the.  � I think even if can be added, but its this, and let cialis how long does it last cialis online your community can be in a different.

3DKiwi on such a feature Then I could viagra herbal viagra ingredients make a it should be done soon worth doing for the few the right I noticed Topic. 2, but I really love Tiny sidebar. At the same time it large, itd definitely be a time and this added feature.

tomturd, on May 27 2005, forums HTML global - topic view - renderrow a hrefibforums-base_urlactmodulemodulegallerycmduseruserauthoridPICTURESabr. Another use for multiple chat now could it be included. Great to hear that, I (cached) query only outputs timestamps, loads start to lag having which isnt cached can always the html template on demand like index. Do you think this could star could be maximum cialis dose fare clic better.

Another suggestion for this possible skin DDH, on 27 April display name to auto-change back I used to have the aquasoft, but since their last tick box on the display-name-change of complaints on compatibility of to choose whether to auto mobile is not an iPhone). There is no longer a could switch over several other as read-only, because viagra senza ricetta viagra side effects medications you can they couldnt post by the. when you like click it. I think itd be useful things they could do to time to get it, I would go with IP.

I couldnt agree more, that of the reasons I plan zero posters or create a new one for posters with. 1 itself is still in for it and viagra vs cialis forumup viagra espana there were and paying every year for. � How about a hint DIV with the desired CSS. This is on the front.

Potensi Pengembangan Komoditas Mangga di Indramayu

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu ke-1 2005 – 2010 untuk sektor pertanian disebutkan, bahwa Pembangunan Pertanian diarahkan pada pengembangan ketahanan pangan, yang didalamnya meliputi ketersediaan dan keberagaman pangan serta kecukupan gizi, merupakan salah satu faktor pendorong [...]

Tugu Mangga Indramayu

Kabupaten Indaramayu, Merupakan satu Kabupaten yang terdapat di Propinsi Jawa Barat Indonesia, pusat pemerintahan Kabupaten ini terletak di Kota Indramayu, Kabupaten Inderamayu terdiri atas 33 Kecamatan yang terbagi menjadi 315 Kelurahan dan Desa, tanggal 7 Oktober 1527 merupakan hari jadi [...]

Mangga Gedong Gincu

Mangga gedong gincu merupakan buah mangga khas di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Buah ini, menurut riwayat, awalnya tumbuh subur dan berkembang luas di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Oleh karena itu, mangga gedong gincu merupakan ikon dari [...]

GEDONG GINCU MANGGA INDONESIA TERMAHAL

Kalau Anda berkendaraan pribadi dari Jakarta ke Semarang atau sebaliknya pada malam hari, jangan tergiur untuk membeli mangga gedong gincu di perjalanan. Bulan-bulan Juni sd. Oktober, biasanya akan tampak kios mangga pinggir jalan berderet di Jatibarang. Jenis mangga yang dijual [...]

Pedoman-Pelaksanaan-Kegiatan-KIE-Kespro-Petugas-Kesehatan-Tk-Yandas

Pedoman-Pelaksanaan-Kegiatan-KIE-Kespro-Petugas-Kesehatan-Tk-Yandas

 

Potensi Pengembangan Komoditas Mangga di Indramayu


Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu ke-1 2005 – 2010 untuk sektor pertanian disebutkan, bahwa Pembangunan Pertanian diarahkan pada pengembangan ketahanan pangan, yang didalamnya meliputi ketersediaan dan keberagaman pangan serta kecukupan gizi, merupakan salah satu faktor pendorong yang penting dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM. Sedangkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu ke-1 2005 – 2010, Pembangunan Pertanian dikembangkan penerapan teknologi yang dapat meningkatkan hasil dan kualitas produksi, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Selain itu pembangunan sektor peternakan terus dikembangkan sesuai dengan kondisi daerah dan budaya lokal.

Salah satu bidang di Dinas Pertanian dan Peternakan adalah Bidang Hortikultura. Bidang ini menangani komoditas sayuran, tanaman buah-buahan, bio farmaka, tanaman hias dan pengembangan lahan pekarangan. Salah satu komoditas unggulan yang dikembangkan adalah Mangga. Mangga merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Indramayu, paling tidak ada 13 varietas mangga yang dihasilkan Kabupaten Indramayu, seperti Mangga Gedong Gincu dan Cengkir. Varietas mangga tersebut mempunyai pangsa pasar yang bagus di tingkat lokal, nasional bahkan internasional. 

 

Strategi Pengembangan

Strategi pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Indramayu sesuai dengan enam pilar pengembangan hortikultura yang ditetapkan oleh Departemen Pertanian, antara lain :

1.   Pengembangan Kawasan Agribisnis Hortikultura

2.   Penerapan Manajemen Pasokan/ SCM

3.   Penerapan Budidaya Pertanian yang Baik / GAP dan SOP

4.   Fasilitasi Terpadu Investasi Hortikultura / FATIH

5.   Pengembangan Kelembagaan Usaha

6.   Peningkatan Konsumsi dan Ekspor

Perkembangan Produksi

Perubahan iklim ekstrem pada Tahun 2010 menyebabkan intensitas hujan yang sangat tinggi, sehingga hamper bisa dikatakan tidak ada musim kemarau. Hal ini berdampak besar pada tanaman mangga yang menyebabkan terganggunya proses pembungaan dan menyebabkan kerontokan buah dan kerusakan akibat hama dan penyakit. Data menunjukan produksi mangga Indramayu pada Tahun 2010 hanya 24.937 Ton jika dibandingkan dengan produksi Tahun 2009 yang mencapai 123.385 Ton, berarti ada penurunan yang sangat signifikan sekitar 98.448 Ton atau sebesar 80 %.  Berikut data perkembangan produksi mangga Kabupaten Indramayu selama lima tahun terakhir.

 

Grafik Produksi Mangga Indramayu 5 Tahun Terakhir

Kawasan pengembangan mangga di Indramayu terbagi kedalam 3 kawasan, yaitu :

1.   Kawasan Sentra

Kawasan sentra terdiri dari sepuluh kecamatan yang memiliki luas areal kebun mangga terluas, kecamatan tersebut adalah : Indramayu, Jatibarang, Widasari, Tukdana, Juntinyuat, Cikedung, Terisi, Kroya, Gabuswetan dan Haurgeulis.

2.   Kawasan Penyangga Utama

Sedangkan kawasan penyangga utama merupakan kawasan dengan luas areal kebun mangga menengah yang tersebar di sepuluh kecamatan yaitu : Anjatan, Gantar, Cantigi, Lohbener, Lelea, Sliyeg, Kedokan Bunder, Kertasemaya, Sukagumiwang dan Krangkeng.

 

 

3.   Kawasan Penyangga

Adapun kawasan penyangga adalah kawasan kecamatan lain yang memiliki areal kebun mangga menengah kebawah.

Sebaran Varietas

Varietas mangga di Indramayu didominasi oleh varietas mangga dermayu/cengkir, diikuti harumanis, gedong gincu dan varietas yang lain. Berikut grafik sebaran varietas mangga di Indramayu

Sumber:http://www.mangga.info/html/index.php?id=artikel&kode=43

Tugu Mangga Indramayu

Kabupaten Indaramayu, Merupakan satu Kabupaten yang terdapat di Propinsi Jawa Barat Indonesia, pusat pemerintahan Kabupaten ini terletak di Kota Indramayu, Kabupaten Inderamayu terdiri atas 33 Kecamatan yang terbagi menjadi 315 Kelurahan dan Desa, tanggal 7 Oktober 1527 merupakan hari jadi kabupaten ini. Laut Jawa merupakan perbatasan kabupaten ini di sebelah utara, sebelah tenggara berbatasan dengan Kabupaten Cirebon, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang di Selatan serta Kabupaten Subang di sebelah barat,

Walaupun Ibu kota Kabupaten Indramayu terletak di Kota Indramayu, akan tetapi pusat keramaian justeru berada di 19 kilo meter ke sebelah selatan dari Kota Inderamayu, yaitu di Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Haurgelis, Kecamatan Jatibarang dilewati secara langsung oleh jalur pantura dan jalur kereta api, serta memiliki setasiun kereta api yang retaif besar, sehinga kecamatan ini memiliki akses dan memungkinkan terdapat pusat pasar, hal ini yang menyebabkan Kecamatan Jatibarang menjadi pusat keramaian, tak berbeda jauh dengan Kecamatan Haurgelis, walau tidak dilewati secara langsung oleh jalur pantura, namun Kecamatan ini dilintasi oleh Jalur kereta api dan terdapat stasiun krereta api.

Bahasa yang digunakan sebagian besar penduduk di Kabupaten Inderamayu memiliki kekhasan sendiri, walaupun Kabupaten ini terletak ditanah pasundan, akan tapi hanya sebagian kecil saja penduduk yang menggunakan bahasa sunda, penduduk setempan menyebut basa dermayon untuk bahasa yang mereka gunakan, sedang bahasa sunda digunakan oleh penduduk yang terdapat di sebelah selatan dan barat daya Kabupaten ini.

Sebagian besar penduduk Kabupaten Inderamayu memiliki mata pencaharian sebagai petani, walaupun bukan penghasil padi terbesar, namun sebagian besar wilayah Kabupaten ini merupakan areal persawahan dan areal pertanian, bahkan di dalam kota inderamayu dapat di temukan lahan-lahan pertanian dan persawahan, selain penghasil padi, Kabupaten inderamayu merupakan penghasin mangga terbesar di Indonesia, sehingga Kabupaten Inderamayu memiliki julukan Kota Mangga, mangga khas Inderamayu disebut pelem cengkir (mangga cengkir) oleh masyarakat setempat, walaupun jenis-jenis mangga lain juga banyak dihasilkan dari daerah ini. Mangga cengkir terkenal enak dan manis, sehingga di sepanjang jalan utama di Kabupaten Inderamayu banyak para pedagang mangga menjajakannya sebagai oleh-oleh khas dari daerah ini. Tak afdol rasanya jika berkunjung ke Kabupaten Inderamayu tanpa membeli dan mencicipi mangga yang satu ini.

Mangga Cengkir
Mangga khas Indramayu memang mangga cengkir, berukuran relatif besar dan memiliki serat buah yang agak kasar, mangga ini memiliki kanduangan air yang lebih sedikit dibandingkan jenis mangga lain dan rasanya manis legit yang kering, mangga cengkir paling enak adalah yang matang dipohon, walaupun yang matang dibawah pohon atau istilahnya diimbu pun tidak kalah nikmatnya, asalkan sudah cukup tua yaitu 75-85 % matang saat di petik. Mangga cengkir memang dapat di temukan di daerah-daerah lain selain di Indramayu, tetapi daerah Indramayu yang panas mungkin penyebab dari ke-khasan rasa dari mangga yang satu ini ketika tempat tumbuhnya berada di Kabupaten Indamayu ini.

Mangga Gedong Gincu
Selain mangga cengkir, mangga gedong (gincu) adalah mangga khas kedua dari Indramayu. Desa Loh Bener Kecamatan Jatibarang Indramayu, menurut riwayat disebut-sebut banyak orang tempat bermula mangga gedong ini tumbuh subur dan tersebar luas. Bentuknya yang relatif bulat dan berukuran relatif lebih kecil, memiliki guratan merah di pangkalnya, juga aroma dan rasanya yang merupakan campuran antara manis dan sedikit asam serta daging buahnya yang memiliki sedikit serat adalah ciri ke-khas-an mangga tersebut, mangga ini belum disebut mangga gedong gincu jika matang diimbu, karena guratan merah dan aroma khasnya baru akan muncul jika mangga ini matang dipohon, untuk menikmati mangga gedong gincu pilihlah saat kemarau, karena buah satu ini akan memunculkan keistimewaanya di musim tersebut, saat kemarau buah ini akan terasa lebih harum dan manis (sedikir asam) dan kandungan air yang dikandung pada daging buah akan lebih sedikit dibandingkan pada musim penghujan.

Terdapat bermacam-macam buah mangga dari indramayu, diantaranya mangga cengkir, mangga gedong (gincu), mangga harumanis, mangga golek, manga gajah, mangga manalagi, mangga nanas, mangga remucu, mangga bapang dll. Tapi Cuma dua macam yang jadi khas dari indramayu yaitu mangga cengkir dan mangga gedong (gincu).

Bagi siapa saja yang kebetulan melewati jalur pantura di Kabupaten Indramayu, kami persilahkan mampir di istana kecil kami yang berada di Desa Kroya, Kecamatan Kroya Indramayu, tepatnya di depan Kantor Kuwu Desa Kroya, untuk sekedar melepas lelah dan jika kebetulan beberapa pohon di belakang rumah kami sedang berbuah dan siap di nikmati di persilahkan juga untuk menikmati beberapa butir mangga khas dari daerah kami ini.

**http://pelemcengkir.blogspot.com/2012/09/tugu-mangga-indramayu-kabupaten_14.html**

Mangga Gedong Gincu

Mangga gedong gincu merupakan buah mangga khas di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Buah ini, menurut riwayat, awalnya tumbuh subur dan berkembang luas di Desa Lobener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Oleh karena itu, mangga gedong gincu merupakan ikon dari daerah di Pantura Jawa Barat tersebut.

Buah ini sangat khas, selain bentuknya relatif bulat, juga ada bulatan merah di pangkal buah yang kemudian disebut dengan gincu. Rasanya sangat khas. Campuran antara manis dan asam, serta aroma wanginya yang mengundang selera. Disebut gedong karena awalnya buah ini merupakan konsumsi orang kaya (gedongan).

Kini, buah ini dikembangkan secara luas, tak hanya di Indramayu, tetapi juga di Majalengka, Cirebon, dan Kuningan. Buah ini juga sudah diekspor ke mancanegara. Bahkan termasuk buah pilihan menu pencuci mulut bagi para Presiden Amerika Serikat di Gedung Putih.

Keistimewaan Mangga Gedong Gincu
Pohon, tinggi mencapai 25 m dengan garis tengah batang 75 cm. Kulit batang coklat abu-abu dan berlekahan. Daun tunggal, berseling, jorong sampai lanset, kaku menyerupai kulit. Daun muda kemerahan. Perbungaan tersusun malai, jumlah bunga banyak sekali, hijau kekuningan.
Bentuknya yang bulat, dengan kulit yang tebal dengan rasa yang manis serta kenyal, ditambah lagi dengan aroma berbau harum yang ditimbulkan dari buahnya ketika mulai matang, menjadi pemicu bagi penggila mangga berhasrat untuk menikmati buah yang lahir “kemarin sore” ini. Warna bulatan merah ,kuning cerah ,merah keunguan yang menghiasi pangkal buahnya, semakin mempercantik fisik mangga jenis ini. Warna mangga ini akan semakin sempurna daya tariknya ketika sudah masuk dalam fase matang sempurna, warna kuning kemerahan layaknya warna gincu. Membiarkan mangga ini matang secara alami di pohon nya, membuat rasa manis yang dikandung dan warna yang memikat dari buah ini semakin menunjukan ke “cantikannya”. Biji satu dan dibagian dalamnya terdapat endokarpium.

Ekologi
Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 500 m di atas permukaan laut. Curah hujan optimum sekitar 1000 mm per tahun dengan musim kering lebih dari 3 bulan. Suhu udara optimumnya adalah 26 – 28◦ C dan pH tanah yang disukai untuk pertumbuhannya adalah 5,5 – 7.

Pembudidayaan
Mangga Gedong gincu banyak ditanam di pekarangan dan di kebun-kebun. Perbanyakan tanaman umumnya dilakukan dengan cara mencangkok ataupun dengan mengecambahkan biji. Namun sekarang ini banyak yang melakukan dengan cara enten dan per-tunasan untuk kepentingan komersial.
Musim berbunganya pada musim kering dan umumnya sesudah 3 sampai 4 bulan kemudian buah telah masak. Musim panen mangga di Indonesia biasanya pada bulan Agustus sampai Oktober.
Standar kualitas Mangga Gedong Gincu
Standar Kualitas Mangga Gedong Gincu didasarkan pada :
* Ukuran buah (besar atau kecil), makin besar makin baik
* Warna pangkal buah (merah atau kuning), makin merah makin baik
* Tingkat kerusakan fisik (memar atau terkena hama pengakit) makin mulus makin baik
* Bentuk buah (berlekuk atau tidak berlekuk), tidak berlekuk makin baik
* Lapisan lilin (ada atau tidak), masih ada lapisan lilin makin baik
* Percikan getah pada kulit buah, makin sedikit getah yang menodai kulit buah makin baik.

Penyebab penurunan harga pada saat Panen Raya
* Penurunan harga ini disebabkan banyak eksportir yang masuk langsung ke penampung mangga. Dalam keadaan panen raya dilingkungan supermarket dan eksportir harga rata-rata hanya Rp8.000/Kg untuk grade A dan B, padahal normalnya harga jual ke supermarket mencapai Rp16.000/kg dan ekspor sekitar Rp17.000/Kg.
* Penurunan harga ini tidak terlepas dari peningkatan produksi di tingkat petani dan terbukti selama 50 hari terakhir pihaknya sudah memasarkan 180 ton, padahal pemasaran untuk supermarket dan ekspor sepanjang tahun 2006 hanya 113 ton.

Upaya mengantisipasi penurunan harga
* Pihak Eksportir hendaknya tidak masuk langsung ke penampung mangga.
* Petani mangga di daerah harus mampu mengembangkan teknologi yang memungkinkan mangga berbuah sepanjang tahun atau tak kenal musim atau “off season” ,sehingga produksi di saat panen raya tidak berlebihan.
* Perlunya pembinaan dari pihak Pemerintah setempat secara berkesinambungan mulai dari tingkat budidaya tanaman, proses produksi serta lingkungan pemasaran.

Negara tujuan ekspor mangga Cirebon terus bertambah
CIREBON: Negara tujuan ekspor mangga asal Cirebon, Jawa Barat ke Timur Tengah bertambah menjadi 12 negara, kata Ahmad Abdul Hadi, ekpotir mangga dari Cirebon.
“Negara tujuan ekspor mangga dari Cirebon tahun ini sudah bertambah menjadi 12 negara,” katanya di Cirebon, Kamis.
Negara-negara tersebut minimal minta dikirim mangga sampai 30 ton per minggu, tetapi mangga yang dikirim dari Cirebon baru sekitar 10 ton per minggu, katanya.
Dia mengatakan, guna menjaga kuntinyuitas konsumen di Timur Tengah tersebut, kini pihaknya tetap mengekspor, kendati tidak dalam musim mangga.
“Sekarang ada buah mangga di luar musim atau off season, dan harganya cukup mahal di tingkat petani, namun guna menjaga kelangsungan ekspor kendati tidak banyak mendapat untung kami tetap kirim,” katanya.
Dikatakannya, harga mangga ditingkat petani untuk mangga gedung sekitar Rp11 ribu per kilogram, sedangkan gedung gincu mencapai Rp20 ribu per kilogram.
Berbeda dengan harga musim panen yang biasanya berlangsung antara bulan September sampai Nopember harga gedung sekitar Rp6.000 per kilogram dan gedung gicu sekitar Rp12.000per kilogram.
“Oleh karena negera tujuan ekspor makin banyak, maka pengiriman yang tadinya seminggu sekali, kini sudah tiap hari,” katanya (http://hasil-bumi-tani.blogspot.com/2011/12/mangga-gedong-gincu.html)

GEDONG GINCU MANGGA INDONESIA TERMAHAL

Kalau Anda berkendaraan pribadi dari Jakarta ke Semarang atau sebaliknya pada malam hari, jangan tergiur untuk membeli mangga gedong gincu di perjalanan. Bulan-bulan Juni sd. Oktober, biasanya akan tampak kios mangga pinggir jalan berderet di Jatibarang. Jenis mangga yang dijual beragam. Kebanyakan mangga cengkir (indramayu), harummanis, manalagi kecil, golek dan gedong. Mangga gedong berbentuk bulat, berukuran kecil dan berkulit kuning cerah. Harga mangga gedong relatif murah. Kalau mangga harummanis kualitas baik saat ini berharga Rp 6.000,- sd. Rp 7.000,- maka mangga gedong bisa diperoleh dengan Rp 4.000- sd. Rp 5.000,- per kg.

Namun kalau mangga gedong itu bagian pangkalnya berwarna merah keunguan seperti bergincu, maka harganya akan melonjak menjadi Rp 15.000,- Saat ini musim mangga di Indramayu agak mundur. Biasanya bulan pada Agustus, harga mangga gedong gincu di Jakarta sudah turun ke tingkat Rp 13.000,- per kg. Namun sekarang mangga elite itu masih bertengger di harga Rp 20.000,- per kg. Ini merupakan pertanda bahwa suplai masih sangat terbatas. Kemungkinan besar puncak musim mangga di Indramayu akan berlangsung pada bulan September ini. Sementara puncak musim bangga di Pasuruan juga akan mundur ke bulan November.

Kembali kalau Anda lewat Jatibarang malam hari dan membeli mangga gedong gincu dengan harga di bawah Rp 10.000,- per kg, kemungkinan besar mangga itu merupakan gedong biasa yang benar-benar diberi gincu (lipstick) di bagian pangkalnya. Biasanya pedagang yang memalsu gedong gincu dengan gedong biasa ini akan memasang lampu yang kurang terang agar pembeli mudah terkecoh. Padahal, ciri gedong gincu sebenarnya bukan hanya melulu pada warna merah keunguan pada bagian pangkalnya. Ciri khas gedong gincu justru pada lekukan di bagian ujungnya. Sementara bagian pangkalnya justru membulat.

Sementara mangga gedong biasa, lekukan itu terdapat pada bagian pangkalnya, tempat tangkai buah. Bagian ujung mangga gedong biasa membulat tanpa adanya lekukan. Semakin nyata dan dalam lekukan pada ujung buah, maka tingkat kemurnian varietas mangga gedong gincu semakin tinggi. Karena adanya lekukan pada bagian ujungnya, maka mangga gedong gincu bisa diletakkan berdiri (bagian ujungnya di bawah) dengan sangat mudah. Sementara mangga gedong biasa hanya bisa diletakkan berdiri dengan posisi terbalik, bagian pangkalnya di bawah, ujungnya di atas. Itulah ciri paling mudah untuk membedakan mangga gedong biasa dengan gedong gincu.

Keistimewaan gedong gincu, sebenarnya bukan hanya pada penampaan fisiknya, melainkan juga pada rasa, tekstur buah dan aromanya. Selain manis, gedong gincu juga ada sedikit rasa asamnya. Rasa demikianlah yang sangat disukai oleh konsumen mangga universal. Tekstur buah gedong gincu lembut, namun tetap masih ada seratnya. Beda dengan harummanis atau gadung yang benar-benar manis dan tanpa serat. Sifat daging buah harummanis demikian sangat disukai oleh konsumen lokal, namun konsumen universal agak keberatan. Mereka menginginkan daging buah mangga yang sedikit masam dan agak berserat.

Aroma gedong gincu juga sangat kuat dan khas. Aroma demikian tidak terdapat pada gedong biasa. Aroma gedong gincu agak mirip dengan kensington pride dari Australia. Bedanya, ukuran kensington pride lebih besar. Satu buah bisa mencapai 0,5 kg. dengan warna kulit buah pink cerah, juga dengan gincu merah muda di bagian pangkalnya. Dilihat dari penampakan fisik kulit buahnya., warna gedong gincu lebih menarik dibanding kensington pride. Sebab warna kulitnya oranye “ngejreng” dengan warna gincu merah keunguan yang juga “ngejreng”. Uniknya, bagian ujung yang berlekuk seperti lesung pipit itu justru masih sedikit menyisakan semburat warna hijau tua.

Ukuran kensington pride yang 0,5 kg. per buah, sebenarnya juga kurang disukai oleh konsumen universal. Mereka justru menginginkan ukuran gedong gincu yang bobot per buahnya hanya 0,20 sampai 0,25 kg. per buah, atau satu kilo isi 4 sampai dengan 5. Kelebihan mangga gedong gincu ini telah mengakibatkan konsumen asing sangat tergila-gila padanya. Sayangnya, sampai sekarang budidaya gedong gincu secara profesional dalam skala komersial belum dilakukan. Meskipun masih dalam skala luasan terbatas, budidaya harummanis secara komersial sudah dilakukan oleh banyak pekebun dan pengusaha.

Gedong gincu adalah varietas asli Indramayu, Cirebon, Majalengka dan Sumedang. Empat kabupaten ini saling berlomba mengklaim bahwa gedong gincu adalah varietas khas mereka. Padahal induk gedong gincu memang menyebar bukan hanya di empat kabupaten, melainkan lima. Tremasuk kabupaten Kuningan. Ciri-ciri fisik gedong gincu sudah jelas didiskripsi. Mulai dari bentuk tajuknya yang piramida tumpul, bentuk daun, warna pucuk, warna malai sampai ke ciri-ciri fisik buah. Menteri Pertanian RI telah melepas varietas gedong gincu ini pada tahun 1995 dengan SK No. 28/Kpts/TP.240/1/95.

Hingga sebenarnya, yang urgent saat ini bukan mengklaim asal-usulnya, melainkan membudidayakannya secara besar-besaran. Sebab harga mangga antara Rp 13.000,- pada saat puncak panen dan Rp 20.000,- pada saat panen biasa, merupakan harga tertinggi bagi varietas mangga Indonesia saat ini. Anehnya, masyarakat Indonesia saat ini justru tergila-gila pada mangga okyong dari Thailand. Di sentra penangkaran benih di Nganjuk, Jatim, okyong disebut sebagai mangga “keong”. Jenis ini merupakan varietas kedua terbanyak yang ditangkarkan setelah harummanis.

Yang terjadi saat ini, bukan hanya kelangkaan komoditas mangganya, melainkan juga benihnya. Karena permintaan benih gedong gincu juga tinggi padahal produksinya terbatas, maka pemalsuan pun terjadi. Benih mangga cengkir, yang paling banyak diproduksi di Indramayu, dengan mudah bisa dijual sebagai benih gedong gincu. Pemalsuan benih gedong gincu dengan cengkir relatif mudah dideteksi dari bentuk daun. Yang paling sulit untuk dilihat kalau yang disebut sebagai gedong gincu adalah benih gedong biasa. Sebab ukuran dan bentuk daunnya sama, yakni sempit, pinggirnya berombak dengan lipatan tulang daun yang mendatar.

Kalau mau benar-benar aman membeli benih gedong gincu, lebih-lebih kalau volumenya besar, sebaiknya menunggu pas keluar pucuk daun. Biasanya keluarnya pucuk daun akan terjadi serentak. Pada saat itulah kita bisa membedakan benih gedong biasa dan gedong gincu dengan mudah. Sebab pucuk gedong biasa berwarna merah muda sementara pucuk gedong gincu merah tua agak keunguan. Kalau kita melakukan transaksi benih ketika keluar pucuk, maka pedagang atau penangkar tidak akan bisa menipu. Meskipun mereka akan tetap mengatakan benih gedong biasa itu sebagai gedong gincu. Pada saat itulah kita bisa dengan tegas mengatakan bahwa yang akan dibeli hanya yang pucuk daunnya merah tua keunguan.

Budidaya gedong gincu secara monokultur, sebenarnya paling menguntungkan dibanding mangga lainnya. Dengan jarak tanam 4 X 6 m. populasi tanaman per hektar 400 pohon. Dengan panen 50 kg. per pohon, maka hasil per hektarnya mencapai 20 ton. Kalau harga di tingkat petani Rp 10.000,- per kg. maka pendapatan kotor petani dari satu hektar lahan gedong gincu mencapai Rp 200.000.000,- Kalau lahan sawah berpengairan teknis di Indramayu ditanami padi dengan hasil 6 ton dan panen tiga kali, maka total hasil panennya 18 ton gabah. Kalau harga gabah dihitung Rp 1.500,- per kg, maka pendapatan kotor petani dari tiap hektar lahan sawahnya hanya Rp 27.000.000,-

Tentu ada pertanyaan, kalau hasilnya memang demikian, mengapa para petani di Indramayu dan sekitarnya tidak mau berhenti menanam padi dan menggantinya dengan gedong gincu? Yang menjadi masalah, mangga baru mulai belajar berbuah pada tahun III sejak tanam. Hasil panen baru bisa diharapkan pada tahun V. Padahal mulai dari tahun I sd. tahun V (selama lima tahun), petani harus mengeluarkan biaya untuk mengolah lahan, beli benih, pupuk, pestisida, membayar upah tenaga kerja dll. Nilainya bisa mencapai Rp 50.000.000,- Padahal selama lima tahun itu tanaman belum menghasilkan. Faktor inilah yang paling memberatkan petani untuk bisa mulai menanam mangga.

Tingginya harga gedong gincu, sebenarnya bukan melulu disebabkan oleh faktor suplai demand. Beda dengan gedong biasa yang bisa dipetik mentah dan diperam, maka gedong gincu harus dipetik masak pohon. Hanya dengan cara ini gincunya akan timbul. Kalau gedong gincu dipetik mentah dan diperam, maka warna kulitnya hanya akan kuning seperti gedong biasa. Gincu di pangkal buah, sebenarnya merupakan akibat dari sinar matahari. Karenanya, sambil memetik buah yang telah masak pohon, pemanen akan memetik (memangkas) daun yang menutupi buah. Sebab buah yang terhalang daun, tidak akan bergincu meskipun dipetik masak pohon.

Mangga gedong biasa, meskipun dipetik masak pohon tidak akan bergincu. Selain aroma dan rasanya yang juga berbeda dengan gedong gincu. Karena dipetik masak pohon, maka tingkat ketuaan gedong gincu bisa dijamin seragam. Petani tidak akan memanen gedong gincu yang belum tampak gincunya. Karena pola pemanenan demikian, maka wajar apabila gedong gincu menjadi mangga Indonesia termahal sampai saat ini. Tingkat kesulitan pemanenan ini semakin tinggi karena tanamannya tinggi-tinggi dan tidak terawat. Kalau gedong gincu dikebunkan dengan jarak tanam teratur, dipangkas pendek seperti halnya di Thailand, Australia, Meksiko atau Brasil, maka pemanenan bisa dilakukan dari atas traktor atau mobil pick up yang bergerak di sela-sela barisan tanaman. * * * http://foragri.blogsome.com/gedong-gincu-mangga-indonesia-termahal/ * * *

Pedoman-Pelaksanaan-Kegiatan-KIE-Kespro-Petugas-Kesehatan-Tk-Yandas

Pedoman-Pelaksanaan-Kegiatan-KIE-Kespro-Petugas-Kesehatan-Tk-Yandas

JUKNIS JAMPERSAL

Buku-Saku-Pelayanan-Kesehatan-Neonatal-Esensial

Buku-Saku-Pelayanan-Kesehatan-Anak-di-RS

Program-Kesehatan-Reproduksi-Pel-Integratif-Di-YanDas

View

View“>